Penyebab, Gejala Dan Cara Mengobati Tipes Atau Infeksi Lambung

Penyakit tipes atau typhus atau yang dalam istilah medis dikenal dengan nama Demam Tifoid adalah suatu kondisi dimana tubuh mengalami penurunan kualitas kesehatan akibat terkontaminasi bakteri. Penyakit tipes itu sendiri memang cukup banyak dijumpai di negara berkembang seperti Indonesia, sebab tidak bisa dipungkiri negara kita masih masuk dalam kategori daerah endemik penyakit tipes.

Bakteri yang masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan penyakit tipes disebut dengan salmonella typhi, bakteri ini akan masuk dengan mudah melalui makanan atau minuman yang kita konsumsi, dimana makanan dan minuman tersebut telah terkontaminasi oleh bakteri yang sama dari penderita tipes lain yang bersentuhan dengan makanan atau minuman tersebut, kasus ini sering terjadi ketika penderita tipes adalah seorang chef atau juru masak.

Penyakit tipes sangat mudah menular, terutama bagi mereka yang jarang mencuci tangan setelah buang air. Semakin bertambahnya penderita penyakit tipes menandakan bahwa sanitasi di lingkungan atau negara kita memang masih sangat buruk.

Tipes

Penyebab tipes

Penyebab utama seseorang menderita sakit tipes adalah bakteri salmonella typhi namun bagaimanakah bakteri ini bisa berkembangbiak dan menular ke semua orang? Sebagai contoh kasus adalah ketika seorang penderita tipes yang memiliki pekerjaan mengolah makanan atau minuman dan kurang memperhatikan kebersihan tangan maka, salmonella typhi ini akan mengendap di makanan ataupun minuman yang akan dikonsumsi oleh orang lain sehingga dari cara itulah penyakit tipes akan terus menular ke semua orang.

Efek yang ditimbulkan ketika seseorang terkontaminasi oleh bakteri salmonella typhi tidak bisa terlihat secara langsung, tetapi baru akan terlihat gejalanya setelah 1 atau 3 minggu kemudian, sehingga kebanyakan orang tidak begitu paham apakah dirinya dalam kondisi yang benar-benar sehat atau sudah terkontaminasi oleh bakteri salmonella typhi, apalagi hampir semua orang kurang memperhatikan pentingnya mencuci tangan sebelum makan sehingga penularan bakteri salmonella typhi menjadi semakin cepat.

Contoh kasus lain penyebab dari seseorang menderita penyakit tipes adalah mengonsumsi makanan laut atau seafood yang selama ini hidup di air yang terkontaminasi oleh urine ataupun tinja penderita penyakit tipes. Ada juga yang ditularkan melalui sayur-sayuran segar, karena sudah pasti sayuran tersebut menggunakan pupuk dan biasanya pupuk yang digunakan adalah dari kotoran manusia yang mungkin juga sudah terinfeksi oleh salmonella typhi.

Mengkonsumsi susu memang sangat menyehatkan karena kaya akan kandungan kalsium tapi tidak sedikit pula susu yang terkontaminasi oleh bakteri penyebab penyakit tipes.Menggunakan toilet umum juga sangat rentan meningkatkan penularan penyakit tipes apalagi jika anda tidak setelah mencuci tangan setelah buang air.

Meskipun dianggap biasa, penyakit tipes sebenarnya harus mendapatkan penanganan yang sangat serius karena jika dibiarkan berkelanjutan bakteri tidak akan mati tetapi justru berkembang biak, yang lebih berbahaya adalah ketika bakteri salmonella typhi tidak hanya berkutat di bagian organ pencernaan atau usus halus saja namun menyebar ke bagian tubuh lain bersamaan dengan aliran darah, maka akan terjadi komplikasi yang sangat serius dan bisa menyebabkan suatu kondisi yang membahayakan jiwa penderitanya.

Gejala penyakit tipes

Demam Tifoid atau tipes tidak akan langsung terlihat gejalanya dalam satu kali waktu tetapi akan terlihat secara bertahap dengan durasi waktu antara 1 hingga 3 minggu. Salmonella typhi yang masuk ke dalam tubuh langsung menyerang usus halus sehingga hal yang paling terkena imbas adalah saluran pencernaan, dan timbul rasa mual disertai demam. Selain itu ada juga beberapa gejala lain yang lebih kompleks yang muncul berdasarkan waktu perkembangan bakteri salmonella typhi di dalam tubuh.

Gejala tipes di minggu pertama

  1. Demam yang dirasa tidak terlalu tinggi tetapi berangsur-angsur meningkat hingga mencapai 40°C, namun demam ini tidak akan bertahan di temperatur yang sama melainkan mengalami naik turun sehingga seorang penderita tipes kadang-kadang merasa sehat kembali saat suhu tubuh normal, padahal nantinya suhu tubuh akan naik dan menimbulkan demam tinggi.
  2. Sakit kepala.
  3. Badan terasa lemas dan sulit membuka mata.
  4. Beberapa kasus juga ada yang disertai dengan mimisan.
  5. Muncul ruam pada kulit.
  6. Tidak memiliki nafsu makan.

Gejala tipes di minggu ke-2

  1. Demam tinggi yang tidak akan turun dan terus meningkat khususnya akan terasa begitu panas pada bagian dada dan perut. Karena temperatur tubuh yang teramat tinggi biasanya penderita juga akan mengigau.
  2. Sakit perut yang parah.
  3. Untuk penderita yang masih berusia anak-anak biasanya akan menderita diare tetapi bagi mereka yang sudah dewasa akan menderita konstipasi atau sembelit.
  4. Tinja berwarna hijau.
  5. Terjadi pembengkakan pada hati ataupun empedu yang membuat perut terlihat kembung atau membesar.

Gejala tipes di minggu ke 3

Suhu tubuh akan menurun tetapi jika selama tahapan minggu ke-1 dan ke-2 tidak ditangani dengan serius maka di bagian organ dalam tubuh khususnya pada usus akan terjadi hal-hal yang sangat fatal seperti pendarahan pada usus dan usus mengalami pecah.

Dari gejala-gejala tipes tersebut di atas sebenarnya penyakit ini bisa disembuhkan tanpa harus dirawat di rumah sakit, meskipun demikian akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Apalagi seorang penderita tifus biasanya juga tidak memiliki nafsu makan sehingga sangat sulit untuk memasukkan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh agar bisa bertahan dan meningkatkan sistem imun tubuh untuk melawan bakteri salmonella typhi.

Pengobatan tipes

Umumnya mereka yang menderita penyakit tipes akan berusaha untuk mengobati sendiri dengan perawatan di rumah. Cara ini juga bisa anda tempuh tetapi harus tetap memperhatikan kondisi penderita agar tidak sampai membahayakan atau menimbulkan komplikasi yang lebih parah.

Cara merawat penderita tipes di rumah  :

  1. Istirahat total selama 3 hari hingga demam benar-benar turun.
  2. Berusaha menurunkan suhu tubuh dengan mengompres penderita ataupun meminta resep dokter untuk bisa mendapatkan obat penurun panas sekaligus antibiotik yang diperlukan.
  3. Tidak melakukan banyak gerakan.
  4. Memenuhi asupan kalori dan juga protein makanan yang sifatnya lunak untuk meringankan kerja pencernaan.
  5. Menghindari segala jenis makanan yang tinggi serat.

Pada perkembangannya bakteri salmonella typhi ini sudah sangat kebal dengan berbagai jenis antibiotik, sehingga penanganan penyakit tipes ini sebaiknya harus diserahkan pada mereka yang ahli yaitu dokter. Risiko ketika anda menggunakan metode perawatan sendiri untuk penyakit tipes ini adalah bakteri salmonella typhi tidak benar-benar hilang dari tubuh anda tetapi hanya melemah dan mengendap di dalam saluran pencernaan yang sewaktu-waktu tentu bisa kambuh ketika kondisi tubuh sedang menurun atau mantan penderita tipes mendapatkan bakteri salmonella typhi baru dari makanan sudah terkontaminasi oleh bakteri tersebut.

Disamping itu penyembuhan penyakit tipes yang tidak tuntas juga akan meningkatkan risiko bertambahnya agen pengedar bakteri salmonella typhi.

Penyakit ini memang perlu mendapatkan perhatian yang sangat serius karena berkaitan dengan bakteri yang ukurannya sangat kecil dan bisa dengan mudah masuk ke dalam tubuh kita dari berbagai macam jenis media, termasuk juga urine yang meskipun ini jarang tetapi ada juga celah di mana seseorang bisa tertular penyakit tipes dari urine, kondisi ini tentu saja sangat berbahaya bagi Anda yang kerap berada di kolam renang umum yang rata-rata terkontaminasi oleh urine para pengunjung lainnya.

Salah satu cara mencegah seseorang agar tidak terjangkit penyakit tipes adalah dengan senantiasa mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan ataupun minum, disamping itu juga bisa melakukan pencegahan melalui Vaksinasi Tifus agar tubuh lebih kebal dari bakteri salmonella typhi.