Perbedaan Kredit Rumah Untuk PNS Rumah Baru dan Bekas

Perbedaan Kredit Rumah Untuk PNS Rumah Baru dan Bekas – Sebenarnya, mau Anda ingin mengajukan kredit rumah untuk PNS untuk rumah baru dan bekas itu ada tata caranya tersendiri. Dibandingkan dengan memakai uang cash, membeli rumah dengan system kredit rumah itu jauh lebih rumit. Akan tetapi, kerumitan itu tidak akan berarti bila Anda sudah merasakan semua kemudahan dari tawaranya.

Baca juga: Kurangi Angsuran dan Tenor Kredit Rumah Wahana Pondok Ungu

Misalnya saja, Anda memiliki uang sebesar 500 juta rupiah, namun ada rumah yang Anda incar senilai 800 juta rupiah. Maka Anda bisa menggunakan KPR ini untuk membeli rumah tersebut dengan harga yang jauh lebih murah dari pada Anda membeli rumah yang baru. Meskipun tetap Anda harus tahu perbedaan di antara membeli kredit rumah untuk PNS untuk rumah baru dan bekas, misalnya saja seperti yang akan kami jelaskan di bawah ini:

Perbedaan Kredit Rumah Untuk PNS Rumah Baru dan Bekas

Kesepakatan pada Awal Pembelian

Untuk rumah baru, Anda bisa menghubungi pihak developer yang telah memasarkan rumah itu. Barulah setelah deal harganya, Anda bisa berurusan dengan bank. Sedangkan untuk rumah bekas, Anda bisa menghubungi pemilik rumahnya, setelah itu baru menghubungi pihak bank untuk menikmati layanan kredit rumah untuk PNS tersebut.

Proses KPR

Untuk proses mengurus kpr rumah baru ini, Anda harus menyiapkan persyaratan dokumen pribadi yang lengkap, seperti KTP, surat kerja, dan slip gaji. Setelah itu, Anda mendapat salinan sertifikat tanah dari developer beserta surat tanda jadi transaksi untuk pembelian rumah, dan IMB. Kemudian, Anda ke bank untuk mengurus proses kpr tersebut. sedangakn untuk rumah bekas, Anda harus meminta salinan surat rumah ke pemilik rumah secara langsung, barulah Anda ke bank. Bila perlu, bawa penjual rumah ke bank ketika mengajukan kpr ini agar bank makin yakin dengan Anda.

Prosedur dari Pihak Bank

untuk proses dan prosedur kredit rumah untuk PNS rumah baru ini nanti bank akan melakukan pengecekan semua dokumen persyaratan berserta data kredit Anda lewat BI Checking. Bila developer sudah bekerja sama sebelumnya dengan pihak bank, dan Anda telah lolos BI Checking, maka Anda bisa melaju ke langkah selanjutnya. Sedangkan bila developer belum memiliki kesepakatan dengan bank, maka sesudah lolos BI Checking, Anda masih harus melewati masa appraisal dari bank untuk menaksir harga rumah Anda tersebut.

Selesai Appraisal

Sesudah appraisal, bank akan memutuskan bahwa kredit rumah untuk PNS Anda telah disetujui atau tidak. Selanjutnya, Anda tinggal menandatangani saja surat persetujuan kredit tersebut. selain itu, Anda harus menandatangani akad kredit di hadapan notaris. Dan harus ada kehadiran dari perwakilan bank, developer, dan pembeli. Bila sudah clear, maka Anda menerima SPK dan bisa tanda tangan untuk persetujuan selanjutnya.

Untuk rumah bekas, Anda tidak butuh perwakilan developer. Hanya saja tetap saja harus dilakukan di depan notaris. Dan harus ada pembeli, penjual, dan perwakilan bank di dalamnya yang hadir di hadapan notaris.

Pembayaran DP

Untuk rumah baru ini dibayar uang DP nya bila tanda tangan untuk akad kredit sudah jadi ke bank. Jadi, developer tidak ada sangkut pautan. Sedangkan untuk rumah second itu jarang sekali ada fasiltias DP yang bisa diangsur. Karena umumnya selalu meminta cash. Sedangkan rumah baru, biasanya ada fasilitas cicilan untuk membayar uang muka.

Biaya Tambahan

Untuk rumah baru ini biasanya ada yang gratis untuk biaya-biaya tambahannya. Jadi, pembeli hanya membayar booking fee saja. Sedangkan untuk pembelian rumah bekas, biasanya masih ada biaya notaris, asuransi, dan provisi.