Pedoman dalam Kredit Rumah Dalam Hukum Islam

Rumah adalah kebutuhan pokok untuk semua orang. Terlebih untuk mereka yang telah berumah tangga, maka rumah adalah kebutuhan primer untuk mereka.

Pedoman dalam Kredit Rumah Dalam Hukum Islam

Padahal, kita tahu sendiri saat melihat kenyataannya bahwa terdapat banyak sekali mereka yang tidak mampu membeli sebuah rumah, hal ini dikarenakan harga tanah dan bangunan semakin meningkat.

Baca juga: Keuntungan Membeli Kredit Rumah Cirebon Bersubsidi

Sehingga, mereka mulai mengajukan kredit rumah untuk bisa membeli rumah tersebut. Namun, kadang ada beberapa juga yang masih bingung terhadap kredit rumah dalam hukum Islam, sehingga hal ini membuat beberapa orang memutuskan untuk mengajukan kredit rumah syariah, karena dinilai lebih mengacu pada pedoman Islam.

Pandangan kredit rumah dalam hukum Islam

Sebenarnya pandangan tentang kredit rumah dalam hukum Islam itu ada banyak sekali dan kerap diperbincangkan. Sekarang ini ada banyak sekali tawaran perumahan dengan DP rendah dan ditawarkan pula nilai KPR yang bisa dibayar sampai 15 tahun.

Hukum Membeli dan Menjual Rumah Kredit

Berdasarkan salah satu ulama As-Sunnah, yaitu Syaikh Ibnu Utsaimin menyatakan bahwa sebenarnya kredit rumah dalam hukum Islam itu boleh-boleh saja dan syah-syah saja, asalkan barang yang telah dibeli tersebut bukan barang yang riba. Misalnya saja membeli sebuah rumah kredit, namun jika Anda memang cukup mampu, maka Anda akan lebih baik jika membelinya dengan tunai.

Karena, bila sebenarnya Anda mampu, namun Anda membeli rumah tersebut dengan cara kredit, maka dalam hal ini, kredit rumah dalam hukum Islam adalah haram. Karena hal tersebut termasuk dalam golongan riba. Hal ini dikarenakan Anda wajib membayarkan sebuah denda saat Anda telat membayar angusannya tersebut di jatuh tempo cicilan setiap bulannya.

Tak hanya itu saja, membeli rumah dengan cara kredit itu juga bisa meningkatkan beban pikiran konsumennya, karena hal tersebut akan menjadi tanggungan untuk keluarga saat mereka yang mengajukan kredit tersebut tiba-tiba saja meninggal dunia, padahal hutangnya saja belum lunas. Maka dari itulah tak heran jika Nabi selalu  meminta agar selalu dilindungi dan bisa terhindar dari yang namanya hutang.

Yang pasti, jika dilihat dari sisi ibadah, kita semua tahu bahwa Allah tidak meminta kita untuk sholat hingga 24 jam penuh dalam sehari. Allah hanya meminta umatnya untuk sholat pada beberapa jam saja dalam sehari, yaitu sebanyak 5x sehari.

Tak hanya itu saja, Allah juga tidak mewajibkan umatnya untuk melakukan puasa selama 1 bulan pada tiap tahunnya. Allah juga tidak meminta kita untuk haji sampai berkali-kali dalam seumur hidup, karena Allah hanya meminta 1 kali saja seumur hidup umatanya, namun dengan konsekuensi bahwa orang tersebut harus benar-benar mampu.

Maka dari itulah, bisa dibilang bahwa mengajukan kredit rumah dalam hukum Islam itu sebenarnya boleh saja, bergantung pada keperluannya yang memang terpaksa dan harus mendesak. Meskipun untuk ukuran keterpaksaan setiap manusia itu tidak sama.

Sehiingga, kesimpulan yang bisa dipetik disini adalah, dibandingkan Anda mengajukan kredit rumah, akan lebih baik jika Anda menabung saja supaya bisa membeli rumah secara tunai. Kecuali memang Anda dalam kondisi yang terpaksa dan mendesak, maka Anda bisa mengajukan kredit. Akan tetapi, bila sekarang ini untuk sementara waktu Anda masih tinggal bersama dengan orang tua Anda, maka akan lebih baik jika Anda menabung lebih dulu agar bisa membeli rumah tersebut secara cash. Itu jauh lebih baik dan tidak akan membebani Anda nantinya.