Mengetahui Hukum Kredit Rumah dalam Islam

Hukum kredit rumah dalam Islam memang perlu untuk diketahui oleh para kaum muslim sebelum memantapkan diri untuk membeli sebuah rumah dengan sistem kredit. Perlu Anda ketahui bahwa dalam KPR sendiri ada 3 pihak yang terlibat, yaitu pembeli yang juga disebut sebagai nasabah, developer, dan juga bank atau lembaga pembiayaan lainnya. Dimana KPR itu sendiri merupakan kredit yang diberikan oleh pihak bank dan atau lembaga pembiayaan lain, kepada nasabah untuk membeli rumah dari pihak developer tersebut.

Mengetahui Hukum Kredit Rumah dalam Islam

Bagi Anda yang memang belum mengerti mengenai sistem kredit atau KPR ini, maka lebih baik Anda bertanya langsung kepada pihak-pihak terkait mengenai sistem KPR ini sendiri.

Baca juga: Cara Aman Terbebas BI Check saat Mengajukan Kredit Rumah Bandung

Meskipun Anda bertanya langsung kepada pihak-pihak terkait, seperti halnya bank terkait yang memberikan subsidi atau yang akan Anda ajukan pinjaman serta pihak lain yang merupakan developer, lebih baik Anda sebagai kaum muslim tetap memperhatikannya dari segi agama Islam. Seperti halnya mengetahui secara pasti hukum kredit rumah dalam Islam yang nantinya dapat Anda gunakan sebagai landasan dan patokan Anda dalam melakukan kredit rumah. Anda dapat mencarinya di internet mengenai hukum Islam yang mengatur tentang kredit rumah tersebut. Adanya info di internet tersebut dapat menjadi acuan Anda untuk mencari info sebenar-benarnya kepada pihak-pihak lain yang memang lebih memahami mengenai hukum kredit rumah jika dilihat dari pandangan agama Islam ini.

Perlu Anda ketahui beberapa hal mengenai mekanisme KPR ini sebelum Anda memutuskan untuk membeli rumah secara kredit. Pada umumnya, mekanisme KPR adalah Anda sebagai nasabah yang akan membeli rumah tersebut membayarkan DP kepada pihak developer. Misalnya saja Anda membayarkan 20% dari total harga rumah tentunya hal tersebut dilakukan setelah pembeli tersebut memenuhi syarat administrative. Selanjutnya nasabah mengajukan kredit penjaman sesuai jumlah yang dibutuhkan kepada bank atau lembaga pembiayaan lainnya, biasanya besar pinjaman adalah 80%. Kemudian nasabah tersebut meluniasi segala pinjaman dana tersebut kepada pihak bank secara angsuran dan tentunya disertai bunga. Mekanisme yang terakhir adalah nasabah tersebut menjadikan rumah yang dibeli tadi sebagai agunan. Hal ini tentunya perlu Anda ketahui pula dengan melihat hukum kredit rumah rumah dalam Islam yang seharusnya.

Beberapa sumber mengatakan bahwa hukum kredit rumah dalam Islam adalah haram. Hal tersebut dilihat dari beberapa hal yang menjadi landasan mengapa kredit rumah tersebut dikatakan haram, diantaranya yaitu karena dalam KPR tersebut terdapat riba dalam muamalah antara nasabah dengan pihak bank. Sedangkan Islam sendiri telah melarang dan mengharamkan hukum riba tersebut, Anda sebagai muslim dapat melihatnya pada QS Al-Baqarah:275. Lalu alasan lainnya adalah dikarenakan di dalam KPR tersebut nasabah menjadikan rumah yang telah dibeli sebagai jaminan, sedangkan menjaminkan sebuah barang atau obyek jual beli dalam syariah Islam tidak diperbolehkan.

Alasan terakhir yang dikemukakan oleh beberapa pihak yang dihimpun dibeberapa sumber yang ada yang menyakini bahwa hukum kredit rumah dalam Islam ini adalah haram adalah karena dalam KPR tersebut ada denda dari bank. Denda tersebut terjadi jika nasabah melakukan wanprestasi terhadap perjanjian kredit tersebut. Tentunya segala macam jenis denda yang ada dalam KPR tersebut merupakan jenis riba yang tidak diperbolehkan dalam Islam. Jika Anda masih merasa ragu mengenai beberapa hal yang mengatur kredit rumah ini di hukum Islam, maka lebih baik Anda mencari tahu info selengkapnya pada sumber yang lebih Anda percaya.