Improvisasi Pada Alat Musik Keyboard

Untuk improvisasi dalam berbagai instrument melodis, lebih mudah kalau anda fokus pada SCALE bukan harmoni CHORD.

Scale yang paling ampuh di pakai, salah satunya MODE atau MODUS, seperti Ionian, Dorian, Phyrgian, sampai Locrian (ada tujuh mode).

Tapi kalau kasus ini mau di bahas sekarang, pasti akan bikin pusing bagi yang baru belajar.

Kenapa lebih baik fokus di scale, karena improvisasi akan lebih enak terdengar apabila ada di melodi, yang otomatis akan berkesinambungan dengan harmoni chord.

Beberapa cara yang bisa untuk membuat iringan piano menjadi ramai adalah melebarkan arpeggio di tangan kiri, tapi cara ini butuh latihan banyak, karena akan membuat sibuk tangan kiri saja.

Arpeggio tadi adalah, menambah, memadatkan, atau melebarkan harmoni lagu tersebut.

 

Cara-Cara Improvisasi

Setiap not melodi lagu yang di mainkan di tangan kanan, anda bikin berupa CHORD. Bisa tiga nada (triad) atau cukup dua nada (duet).

Penyusunan chord melodi di tangan kanan adalah, membuat posisi melodi pokok lagu di posisi OUTER (paling luar/paling ujung) chord tersebut.

Jadi dalam chord (triad) bisa di identifikasikan seperti ini :

Contoh Susunan Chord C mayor =

C – E – G

C = Root

E = Inner

G = Outer

Chord C tersebut bisa anda bolak-balik (inversi) menjadi dua bentuk lainnya yaitu :

E – G – C atau G – C – E

 

Bagaimana cara mengubah ke melodi lagu?

Pada dasarnya, semua not tunggal/melodi lagu, masing-masing notnya punya harmoni (chord) sendiri-sendiri.

Nah tentukan pasangan harmoni chord untuk melodi lagu tersebut. tapi ingat !!! chord di tangan kanan, dan posisi melodi pokok lagunya di posisikan di posisi outer chord tersebut.

Perhatikan posisi outer di tangan kanan (not paling atas) itulah melodi pokoknya.

Sedangkan satu atau dua not di bawahnya adalah chord yang berhubungan dengan melodi pokok tersebut.

Sedangkan di tangan kiri, tidak perlu selalu mengikuti chord yang di tangan kanan. Cukup hanya bass dari chord pokok saja di beberapa ketuk/bar.

Kalau Anda memperhatikan harmoni string di orkestra, harmoni seperti ini paling sering di gunakan. Melodi pokok (nada paling tinggi) di mainkan oleh Violin 1 atau bermain sama dengan violin 2.

Sedangkan not/harmoni chord pelengkapnya di mainkan di section viola, cello dan contra bass.

Ini tidak mutlak sih, tapi pola seperti ini cukup sering di pakai. Bisa Anda coba dengar dan telaah lagu-lagu orkestasi atau intrumental klasik.

Sekedar informasi, string section terdiri dari 5 divisi, yaitu Violin 1, Violin 2, Viola, Cello dan Contra Bass.

Jadi bagi saya pribadi, cukup sering menggunakan pola seperti ini ketika bermain dengan iringan solo piano.

Memadatkan harmoni chord bisa membuat permainan terdengar lebih ramai, padat, dan penuh harmoni, tanpa terlalu sering untuk berpindah-pindah oktaf yang jauh untuk sekedar membuat ramai iringan anda.

Trik di atas hanya penjelasan sederhana saja, silahkan di kembangkan sendiri.

Nanti Anda akan bisa melengkapi contoh di atas dengan ritme, bass/low tangan kiri yang makin bebas berputar kemanapun, karena tangan kiri sudah tidak fokus memainkan chord, jadi bisa main kemana-mana bassnya  atau bisa juga memainkan pola bass mirip-mirip permainan gitar bass asli juga bisa.

Intinya, dengan pola seperti ini, tangan kiri relatif lebih bebas untuk bergerak, karena tangan kanan sudah memuat harmoni yang cukup padat.

 

Itulah ulasan artikel kami pada kali ini semoga menjadi tambahan pengetahuan dan wawasan anda. Terimakasih.

(Credit By : Yaumal Akbar)