Inilah Gejala, Penyebab Dan Cara Mengobati Penyakit Malaria

Malaria yang selama ini dipahami oleh masyarakat adalah suatu penyakit yang muncul ketika seseorang digigit nyamuk, pemahaman sederhana ini memang bisa dibenarkan tetapi tidak semua jenis nyamuk bisa menularkan penyakit ini. Tidak benar pula adanya jenis nyamuk tertentu yang akhirnya dinamakan dengan nyamuk Malaria, sebab hanya nyamuk yang terinfeksi parasit sajalah yang bisa menularkan penyakit malaria melalui gigitan.

Parasit tersebut disebut dengan Plasmodium, jenis parasit ini tidak hanya satu jenis tetapi memang hanya ada 5 jenis parasit Plasmodium yang bisa membuat seseorang menderita penyakit malaria dan hanya nyamuk betina saja yang juga sudah terkontaminasi oleh parasit Plasmodium sajalah yang bisa menularkan penyakit malaria, sehingga sebenarnya celah penularan penyakit ini sangatlah sempit.

Tidak seperti penyakit -penyakit lain yang begitu mudah menyebar dan menular, penyakit malaria ini hanya akan menular ketika seseorang tergigit oleh nyamuk yang sudah terinfeksi parasit Plasmodium dan juga bisa melalui kegiatan transfusi darah dimana darah tersebut sudah terlanjur mengandung parasit Plasmodium.

Malaria

Penularan melalui makanan ataupun udara sangat tidak mungkin terjadi sehingga sebenarnya untuk membatasi bertambahnya jumlah penderita malaria ini tidak terlalu sulit.

Daerah endemik malaria yang ada di Indonesia berpusat di Indonesia Timur yaitu di daerah Papua, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara. Meskipun tak menutup kemungkinan juga melebar ke wilayah Indonesia lainnya, apalagi penyakit malaria ini tidak hanya menyerang anak-anak tetapi juga orang dewasa.

Pada prakteknya parasit Plasmodium ini akan masuk bersamaan ketika seseorang digigit nyamuk yang sudah terinfeksi oleh parasit tersebut, hingga nantinya Plasmodium akan mengalir di dalam darah dan membuat seseorang mulai merasa tidak nyaman dan penurunan kesehatan. Namun, gejala yang timbul akibat masuknya parasit Plasmodium di dalam aliran darah tidak bisa terlihat secara langsung, biasanya akan muncul setelah satu atau dua minggu kemudian dan bahkan ada juga yang baru menunjukkan gejala penyakit malaria setelah 1 tahun kemudian.

Gejala Malaria

Seperti yang sudah sedikit di singgung diatas bahwa gejala malaria tidak bisa terlihat secara langsung, rupanya hal ini dilatar-belakangi oleh jenis parasit yang masuk ke dalam tubuh. Beberapa parasit Plasmodium memang memberikan efek yang berbeda, sebagai satu contoh kasus adalah ketika seseorang terinfeksi oleh parasit Plasmodium jenis falciparum masa inkubasi dari parasit ini adalah antara 1 sampai 2 minggu, sementara itu jika seseorang terinfeksi oleh Plasmodium Vivax masa inkubasinya jauh lebih lama yaitu antara 2 hingga 3 minggu.

Masa inkubasi dalam pengertian medis adalah waktu antara gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit plasmodium sampai munculnya gejala malaria. Beberapa gejala awal yang akan muncul ketika seseorang sudah terkontaminasi oleh parasit Plasmodium adalah sebagai berikut :

  1. Demam yang kadang mengalami penurunan tetapi kadang juga mengalami kenaikan yang signifikan. Gejala ini memang sedikit mirip dengan gejala penyakit tipes.
  2. Sakit kepala.
  3. Keluar keringat dingin yang muncul bersamaan dengan demam tinggi.
  4. Rasa mual dan disertai ingin muntah.
  5. Nyeri otot sehingga tubuh terasa pegal dan tidak nyaman.
  6. Gangguan pencernaan seperti diare.

Jika sudah mulai muncul gejala tersebut di atas biasanya penderita malaria akan sulit untuk mengkonsumsi makanan ataupun minuman akibat dari rasa tidak nyaman pada tubuh, apalagi Penyakit ini juga disertai dengan gejala mual yang membuat penderita merasa tidak nafsu makan sama sekali.

Penyebab Malaria

Setidaknya ada 5 jenis parasit Plasmodium yang bisa menyebabkan seorang manusia menderita malaria. Masing-masing nama parasit Plasmodium tersebut adalah plasmodium ovale, plasmodium malariae, plasmodium knowlesi, Plasmodium Vivax dan plasmodium falciparum.

Untuk kawasan endemik di Indonesia hanya ada dua jenis parasit Plasmodium yang dijumpai yaitu Plasmodium Vivax dan plasmodium falciparum. Kedua parasit ini akan menimbulkan gejala yang tidak sama antara satu dan lainnya.

Jika seseorang terjangkit parasit plasmodium falciparum maka kemungkinan terjadinya komplikasi para sangatlah besar, dan jenis parasit inilah yang paling besar menyumbang angka kematian di Indonesia akibat penyakit malaria. Sementara itu untuk Plasmodium Vivax sifatnya memang lebih ringan karena jarang sekali mengakibatkan kematian, namun demikian jika tidak ditangani dengan serius Plasmodium Vivax akan terus berada di dalam tubuh dan bersembunyi pada salah satu organ vital manusia yaitu hati, dimana suatu hari penyakit malaria akan kambuh sewaktu-waktu terutama ketika kondisi tubuh sedang menurun.

Jenis nyamuk yang terinfeksi oleh bakteri Plasmodium ini adalah nyamuk Anopheles dan hanya yang berjenis kelamin betina, dari berbagai kasus gigitan nyamuk Anopheles ini hanya akan terjadi ketika malam hari, yaitu ketika seseorang sedang tidur nyenyak.

Namun, rupanya tidak hanya manusia saja yang bisa ditulari parasit plasmodium oleh nyamuk Anopeles, tetapi juga sebaliknya nyamuk Anopeles itu sendiri juga bisa tertular parasit Plasmodium dari manusia. Mata rantainya adalah ketika seorang penderita malaria digigit nyamuk Anopeles yang belum terkontaminasi oleh parasit Plasmodium maka secara otomatis nyamuk yang telah menggigit penderita tersebut akan terinfeksi oleh parasit Plasmodium dan selanjutnya akan disebarkan ke orang lain melalui gigitannya.

Begitulah seterusnya sehingga jika suatu daerah sedang mengalami wabah penyakit malaria maka penyakit ini akan terus meluas hingga menjangkiti seluruh penduduk yang ada di daerah tersebut.

Selain melalui gigitan nyamuk Anopheles, penyakit malaria juga akan menyebar ketika terjadi kegiatan transfusi darah, saling berbagi jarum suntik dan penularan dari ibu hamil yang terkena penyakit malaria kepada janin yang ada di dalam kandungannya.

Pencegahan Malaria

Mencegah datangnya nyamuk Anopheles sama persis ketika kita ingin mencegah datangnya nyamuk demam berdarah yaitu dengan menjaga kebersihan lingkungan dan sebisa mungkin membuang genangan air yang ada di dalam wadah kosong dan rentan dijadikan tempat berkembang biak segala jenis nyamuk.
Termasuk juga dengan melindungi diri dari gigitan nyamuk baik dengan menggunakan pakaian, kelambu, selimut ataupun lotion anti nyamuk.
Bagi Anda yang memiliki tugas untuk berkunjung di kawasan endemik malaria dianjurkan untuk mengkonsumsi obat anti malaria, cara ini akan lebih menguatkan sistem imun tubuh anda agar tidak mudah terluar oleh penyakit ini.

Pengobatan Malaria

Penyakit malaria sudah terbukti mampu mengurangi jumlah penduduk dunia karena efeknya yang sangat mematikan, namun demikian penyakit ini masih bisa sembuh meskipun hanya diobati dengan cara tradisional atau perawatan di rumah.
Tetapi harus tetap mempertimbangkan kondisi penderita khususnya apakah penderita malaria tersebut dalam kondisi hamil ataukah tidak.
Salah satu obat tradisional yang dipercaya bisa memperbaiki kondisi kesehatan penderita malaria adalah daun pepaya, caranya adalah dengan mengkonsumsi air rebusan daun pepaya selama tiga hari berturut-turut, lalu Anda harus melakukan cek darah untuk memastikan apakah parasit yang ada di dalam aliran darah anda sudah benar-benar hilang ataukah belum.
Jika cara tradisional ini tidak bisa mengusir parasit plasmodium maka sebaiknya segera memilih untuk melakukan perawatan medis agar tidak sampai menimbulkan komplikasi yang parah.