Cara Menulis Surat Kuasa Yang Benar Untuk Berbagai Keperluan

Surat Kuasa adalah surat yang menyatakan seseorang telah melimpahkan kewenangan atau kuasa kepada pihak lain sehingga pihak lain tersebut bisa bertindak atas nama pihak pertama untuk urusan yang tersebut di dalam surat kuasa tersebut. Di dalam kehidupan sehari-hari banyak dijumpai jenis-jenis surat kuasa yang biasanya diperkuat dengan materai yang ditandatangani pihak pemberi kuasa dan penerima kuasa. Lalu kira-kira bagaimana format surat kuasa tersebut? Ada banyak contoh surat kuasa sebenarnya yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Namun ada baiknya kita perhatikan format Surat Kuasa secara umum karena perbedaannya hanya terletak pada substansi dan tujuan pelimpahan kuasa dari pihak pertama ke pihak kedua.

Bagian pertama dari surat kuasa biasanya berupa kop atau kepala surat yang berisikan judul Surat Kuasa, bisa juga di bawahnya ada sub judul yang menyatakan pelimpahan jenis kuasa tertentu dari pihak pertama ke pihak kedua atau ketiga. Selanjutnya adalah tempat dan tanggal dimana Surat Kuasa tersebut dibuat dan umumnya berada di sebelah kanan – meski ada sebagian yang menulis di sebelah kiri. Pada sisi kiri atas tertera perihal surat kuasa tersebut dan jumlah lampirannya. Ada pula Surat Kuasa yang menyebut tanggal dan tempat di mana Surat Kuasa tersebut dibuat pada paragraf pertama. Selanjutnya dijelaskan pihak-pihak yang melimpahkan dan menerima kuasa berikut alamat, dan data diri lainnya.

Pada bagian selanjutnya barulah dijelaskan pasal per pasal substansi dari pelimpahan kekuasaan tersebut yang meliputi dari hal apa kuasa dilimpahkan hingga lingkup kuasa yang bisa diwakilkan kepada pihak kedua. Surat Kuasa umumnya tak lebih dari dua halaman. Di bagian substansi ini dijelaskan bagaimana pihak penerima kuasa bisa menggunakan kewenangannya untuk mewakili pihak pemberi kuasa dan lain sebagainya.

Setelah semua substansi Surat Kuasa dicantumkan, baru kita akan memasuki bagian penutup dari surat kuasa ini. Bagian penutup ini antara lain biasanya terdiri atas penegasan atau konfirmasi mengenai keabsahan Surat Kuasa tersebut berikut persetujuan para pihak yang terlibat. Kemudian, tidak jarang pula pada bagian penutup disertakan kehadiran dan tanda tangan saksi-saksi untuk memperkuat Surat Kuasa tersebut secara hukum. Pada bagian paling bawah sendiri baru dicantumkan nama pihak pemberi kuasa dan penerima kuasa berikut materai yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Nah demikian tadi kira-kira gambaran mengenai contoh surat kuasa secara keseluruhan. Pentingnya surat kuasa ini semakin dirasakan ketika orang semakin terhubung dengan orang lain dan urusan yang harus ditangani semakin banyak. Untuk memudahkan dan melancarkan semua urusan tersebut maka penting bagi seseorang untuk memberikan kuasa kepada pihak lain agar suatu pekerjaan bisa terselesaikan. Jadi, dengan gambaran di atas mudah-mudahan kita setidaknya bisa membuat surat kuasa sendiri jika memang tidak ada yang membantu kita membuatkannya.