Kumpulan Cerita Rakyat Yang Melegenda Dan Terkenal Di Indonesia

Cerita rakyat adalah salah kisah-kisah fiksi di masa lampau yang berkaitan dengan kebudayaan masyarakat setempat, disamping itu cerita rakyat juga memiliki pesan moral tertentu ataupun pembelajaran yang positif dari kisah-kisah yang diceritakan. Dari segi kebenarannya memang masih belum pasti namun hampir semua cerita rakyat mampu menyedot perhatian masyarakat setempat karena seringnya cerita rakyat tersebut diceritakan semasa masih kecil sehingga terus terkenang hingga dewasa.

Berikut ini adalah contoh cerita rakyat :

Cerita Bawang Merah dan Bawang Putih
Pada suatu zaman hiduplah satu keluarga kecil yang terdiri dari seorang Ayah yang sangat bijaksana dan menyayangi istri serta anak anaknya, seorang istri yang baik hati yang juga sekaligus sebagai ibu yang sangat menyayangi anaknya dan seorang anak perempuan yang cantik dan baik hati yang bernama bawang putih. Keluarga ini hidup dengan bahagia meskipun bukan dari golongan bangsawan atau mereka yang memiliki kekayaan melimpah, sang Ayah memiliki pekerjaan sebagai pedagang yang meskipun tidak terlalu kaya tetapi dari hasil perdagangan bisa digunakan untuk mencukupi seluruh kebutuhan keluarga.

Pada suatu ketika kebahagiaan keluarga kecil ini menjadi sedikit terganggu karena sang Ibu dari bawang putih tiba-tiba mengalami sakit keras dan akhirnya meninggal, kesedihan dan juga kedukaan begitu kuat dirasakan oleh sang ayah dan juga bawang putih. Hari demi hari mereka lalui dengan begitu sepi.

hingga pada suatu hari datanglah seorang wanita yang merupakan janda dengan satu anak yaitu bawang merah, nampaknya Ibu Bawang merah ini ingin sekali menggantikan posisi dari Ibu Bawang Putih baik di hati ayahnya maupun di hati bawang putih sendiri. Sejak awal Ibu bawang merah selalu memperhatikan keluarga dari bawang putih, Tak jarang Ibu Bawang Merah juga membantu menyiapkan masakan serta menghibur Kesedihan Hati dari bawang putih serta ayahnya.

Hingga pada suatu ketika kebahagiaan kembali mereka rasakan. Dari sini muncul niat akan menjadikan Ibu Bawang merah sebagai istri dari ayah bawang putih. Kemudian pernikahan pun berlangsung dengan meriah dan dengan penuh harapan agar nantinya keluarga tersebut kembali terasa lengkap. Bawang putih pun bahagia karena bisa mendapatkan saudara yaitu bawang merah sehingga keduanya sama-sama saling mendukung.

Lalu perubahan pun berlanjut, lama-kelamaan sifat asli dari Ibu Bawang Merah dan juga bawang merah itu sendiri menjadi terlihat jelas, dimana awalnya ibu dan anak tersebut sangat perhatian dengan bawang putih ini berbanding terbalik, mereka berdua menjadi bersifat kasar dan semena-mena dengan bawang putih. Kondisi yang sangat memprihatinkan ini sering dialami oleh bawang putih saat sang ayah sedang melakukan perjalanan untuk berdagang.

Bawang putih selalu mengerjakan pekerjaan rumah yang sangat berat dan sendirian sehingga dia sering merasa kelelahan, sang ayah tidak mengetahui hal tersebut karena Ibu Bawang merah serta bawang merah melarang dan mengancam bawang putih untuk mengatakannya kepada sang ayah.

Hingga pada suatu ketika ayah dari bawang putih mengalami sakit dan akhirnya juga meninggal. Kejadian ini membuat kondisi bawang putih semakin terpuruk, dia sendirian di dalam rumah tersebut dalam kondisi tersiksa dan teraniaya, atas kejahatan yang dilakukan oleh bawang merah serta ibunya membuat bawang putih seragam tidak pernah mampu untuk memiliki waktu istirahat barang sedetikpun.

Sifat kasar dan kejam yang diterima oleh bawang putih dengan tabah, satu hal yang membuat diam bertahan adalah harapannya Agar suatu saat Ibu Bawang Merah tersebut berubah menjadi seorang ibu yang baik dan bisa menyayanginya sepenuh hati, begitu pula harapannya untuk saudaranya yaitu bawang merah.

Pada suatu pagi, seperti biasa bawang putih memiliki tugas untuk mencuci pakaian ibu dirinya dan juga saudara tirinya, untuk mencuci baju bawang putih harus pergi ke sungai yang penuh dengan tumbuhan yang rimbun, suasana yang begitu asri dan juga terasa Teduh membuat hati Bawang Putih merasa terhibur sehingga dia melakukan tugasnya dengan senang hati, namun tidak disangka ada 1 potong baju yang dicuci oleh bawang putih terbawa oleh arus sungai, padahal baju tersebut adalah baju kesayangan dari ibu tirinya.

Sebenarnya bawang putih sudah berupaya untuk mencari baju tersebut, tetapi perubahannya baju tersebut hanya terlalu jauh sehingga bawang putih tidak sanggup lagi untuk mengejarnya. Dengan perasaan yang cemas, takut dan rasa bersalah bawang putih terpaksa kembali ke rumah dengan membawa kabar buruk tersebut.

di dalam benak bawang putih sudah tergambar kemarahan yang luar biasa dari sang ibu tiri. Dengan langkah pelan-pelan bawang putih mengetuk pintu rumah, lalu bawang putih berkata.

“ Bu, waktu saya mencuci baju tadi tidak sengaja baju ibu yang berwarna merah hanyut terbawa aliran sungai dan saya tidak bisa lagi mengejarnya, Tolong maafkan saya Bu “

Mendengar ucapan yang begitu lembut dari bawang putih, rupanya tidak membuat hati Sang Ibu tiri merasa Iba dan bisa memaafkan kesalahan dari bawang putih, Tapi justru sebaliknya sayang ibu tiri langsung berteriak dan memaki-maki bawang putih.

“ sungguh kau anak yang ceroboh, tidak bisa bekerja dengan baik, kamu tahu itu adalah baju kesayanganku, sekarang kamu harus mencari baju itu sampai ketemu, Jangan pulang sebelum baju itu benar-benar kau temukan “

Mendengar perkataan ibunya bawang putih pun pasrah, kemudian dia kembali ke sungai itu dan mencari serta menyusuri sungai yang mengalir dengan deras, sesekali bawang putih melihat akar pepohonan yang menjulur ke tengah sungai barangkali baju kesayangan ibunya tersebut tersangkut di Akar tersebut, hingga tak disadari sore pun tetapi baju yang Iya cari belum juga ditemukan.

Bawang putih pun merasa sedikit sedih dan putus asa, dimanakah lagi bisa mencari baju tersebut tetapi karena dia belum boleh pulang sampai bisa menemukan baju merah kesayangan ibu tirinya, membuatnya harus tetap bertahan dan mencari baju tersebut hingga malam.

Tak disangka tiba-tiba bawang putih menemukan sebuah gubuk kecil dengan lentera yang terlihat menyinari gubuk tersebut dan karena sudah sangat malam bawang putih berniat untuk menginap di gubuk itu, ternyata di dalam gubuk kecil tersebut ada seorang nenek yang baik hati dan baju merah yang sedang bawang putih cari rupanya sudah ditemukan oleh nenek tersebut.

Terjadilah percakapan antara bawang putih dan nenek
Bawang putih : nenek karena hari sudah terlalu malam bolehkah saya menginap di sini ?
Nenek : boleh saja Nak tetapi apa yang kamu lakukan hingga larut malam seperti ini di hutan ini ?
Bawang putih : Saya sedang mencari baju ibu tiri saya Nek, baju itu berwarna merah tetapi hanyut di sungai saat saya mencucinya tadi pagi.
Nenek : baju warna merah itu rupanya baju ibu tiri mu ya ? baju itu aku temukan tadi siang dan aku simpan.
Bawang putih : Benarkah Nek ? Apakah aku boleh membawanya kembali ?
Nenek : tentu saja boleh tetapi aku memiliki syarat, kamu harus mau menemani nenek selama satu minggu Karena nenek merasa kesepian tidak memiliki teman bicara.
Bawang putih : Baiklah Nek Aku akan menemani Nenek di sini selama satu minggu dengan senang hati.

Selama satu minggu di rumah nenek tersebut Bawang Putih tetap bersikap baik, Ia selalu membantu nenek untuk mengerjakan pekerjaan rumah dan juga menemani nenek untuk berbincang. Sang nenek pun sangat menyayangi bawang putih hanya saja waktu sudah berlalu cepat dan satu minggu pun berakhir, bawang putih berpamitan kepada nenek dan sebelum bawang putih sepulang nenek memberikan satu hadiah yaitu labu berwarna kuning.

Di situ adalah 2 labu dengan ukuran yang berbeda, bawang putih disuruh memilih salah satunya dan bawang putih pun memilih untuk membawa labu yang kecil agar lebih mudah dibawa.

Sampailah bawang putih di rumahnya dan menyerahkan baju kesayangan ibu tirinya tersebut. Kemudian bawang putih membuka labu yang diberikan oleh sang nenek tak disangka rupanya lagu tersebut berisi emas dan Permata.
Melihat hal tersebut bawang merah dan ibunya sangat serakah dan merebut emas serta permata yang dimiliki oleh bawang putih lalu bertanya bagaimanakah ia bisa mendapatkannya. Bawang putih pun bercerita dengan sejujur-jujurnya. Akhirnya Ibu Bawang Merah mengutus bawang merah untuk melakukan hal yang sama dengan bawang putih.

Bawang merah pun bertemu dengan sang nenek tadi dan berada di rumah nenek tersebut selama satu minggu, perbedaannya bawang putih bermalas-malasan di rumah nenek itu dan tidak mau membantu nenek yang baik hati tersebut dengan ikhlas. Satu minggu telah berakhir bawang merah pun berpamitan, sang nenek tidak ingin memberikan apapun kepada bawang merah karena sifat bawang merah yang tidak baik. Tetapi bawang merah bertanya mengenai labu yang sudah diberikan kepada bawang putih, dan akhirnya sang nenek pun memberikan satu labu kepada bawang merah.

Sampai di rumah, ibu tiri dan juga bawang merah mengusir bawang putih untuk pergi ke sungai agar tidak merebut emas dan permata yang diharapkan ada pada labu tersebut. Setelah bawang putih pergi jauh, labu tersebut dibuka oleh bawang merah dan Ibunya dan rupanya isi dari labu yang berukuran besar bukanlah emas dan permata melainkan hewan-hewan berbisa yang mematikan seperti ular dan kalajengking yang langsung menyerang ibu Bawang Merah dan anaknya tersebut hingga meninggal.

Demikianlah kisah bawang merah dan bawang putih yang cukup melegenda dan menjadi salah satu cerita rakyat. Dari kisah ini ada satu hal yang bisa kita petik, yaitu untuk tetap memiliki rasa optimis dalam kondisi yang sulit sekalipun dan selalu memelihara kebaikan dan keikhlasan dalam menjalankan sesuatu. Disamping itu menjadi orang yang serakah dan jahat tidak menguntungkan sama sekali dan bahkan bisa merugikan diri sendiri.