Cara Menulis Surat Lamaran Kerja Yang Benar Agar Diterima Perusahaan

Cara Menulis Surat Lamaran Kerja ~ Membuat Surat Lamaran Kerja sepertinya menjadi ritual wajib bagi setiap orang yang baru saja menyelesaikan jenjang pendidikannya apakah itu lulus SMA, D3, S1, S2 atau S3. Dibandingkan jaman sebelum adanya komputer seperti sekarang, format surat lamaran kerja memang mengalami banyak perubahan dan variasi. Jika dulu orang hanya menulis surat lamaran kerja secara “template” dari meniru tulisan tangan buatan teman yang juga meniru dari contoh yang lain. Bagaimana dengan surat lamaran kerja di Era digital?

Di era internet yang serba digital ini membuat lamaran kerja sepertinya menjadi lebih mudah. Ada banyak contoh format surat lamaran kerja yang bisa diambil, tinggal buka google dan ketik contoh surat lamaran kerja maka akan bermunculan sekian juta hasil pencarian. Biasanya orang-orang tinggal mengisi identitas diri seperti mengisi formulir. Namun ada pula yang memang membuat surat lamaran kerja dengan gaya dan kreativitasnya sendiri. Hal-hal penting apa yang harus diperhatikan saat membuat surat lamaran kerja?

CV atau Lamaran Kerja

Yang jelas adalah keterbacaaan surat lamaran kerja yang dikirimkan. Jadi, buatlah surat lamaran semenarik mungkin agar pihak HRD tertarik untuk membacanya. Jangan bayangkan surat lamaran kerja yang anda kirim hanya bersaing dengan satu atau beberapa surat lamaran kerja saja. Ada bertumpuk-tumpuk surat lamaran kerja, apalagi yang masuk via email, tidak sedikit yang justru di skip oleh pihak HRD.

Ada format surat lamaran kerja yang menggunakan tabel-tabel sehingga memudahkan pihak HRD untuk membaca profil pelamar kerja. Biasanya dengan format ini akan lebih cepat ditentukan apakah seorang pelamar memenuhi kriteria yang dibutuhkan oleh perusahaan. Sementara itu untuk format yang lebih naratif kelebihannya adalah surat lamaran tersebut akan lebih komunikatif dan nyaman dibaca. Model yang lebih naratif ini sangat cocok untuk melamar pekerjaan misalnya di posisi marketing, manajerial dan artistik. Sementara yang berformat tabel-tabel sepertinya sangat cocok untuk pekerjaan di posisi teknis.

Secara umum bagian awal surat lamaran kerja  menjelaskan dari mana seorang pelamar mendapatkan informasi tentang posisi yang sedang dilamar, apakah dari koran, teman atau dari sumber lain. Selanjutnya pada bagian kedua dijelaskan kapasitas dan kemampuan pelamar untuk mengisi posisi yang dibutuhkan tersebut.  Mencantumkan pengalaman kerja atau pihak yang bisa dijadikan referensi sangat bermanfaat untuk meningkatkan peluang seseorang diterima bekerja. Di bagian ini juga dicantumkan data-data yang turut dilampirkan bersama dengan surat lamaran seperti fotokopi KTP, ijazah, surat pengalaman kerja dan lain sebagainya.  Pada bagian terakhir Surat Lamaran Kerja ditutup dengan ucapan terima kasih serta pernyataan kesiapan si pelamar untuk menerima balasan dari pihak perusahaan. Tidak lupa pula pada bagian paling bawah dituliskan nama lengkap serta tanda tangan pelamar.