Cara Menjadi Penata Musik

Penata musik merupakan orang yang mengaransemen sebuah musik. Untuk menjadi Seorang penata musik harus mempunyai banyak pengalaman musikal.

Harus sering mendengarkan musik, mendalami suatu jenis musik, memahami karakter berbagai jenis alat musik, bahkan sampai mesti menguasai bahasa dan ilmu didalam musik digital.

Jika anda  ingin menjadi penata musik professional ada beberapa hal yang harus anda diketahui terlebih dahulu antara lain :

 

7 Tips Untuk Menjadi Penata Musik Professional

#1. Harmoni

Disiplin harmoni ini, wajib dan mutlak harus dikuasai oleh penata musik, karena penata musik akan berhadapan dengan sebuah lagu “mentah” yang harus dibangun harmoninya.

Ilmu harmoni ini bagi saya sesuatu yang gampang-gampang susah, dimana satu nada akan berkaitan dan bisa di pasangkan dengan banyak harmoni/chord, dan cukup membingungkan ketika kita menentukan mana harmoni yang paling “enak” di pasangkan kepada setiap nada di sebuah lagu.

 

#2. Melodi

Melodi/lead terutama mengisi bagian pada intro/interlude sebuah lagu, sebaiknya dibangun dan di adaptasi sesuai dengan tema melodi pokok lagu tersebut.

Minimal pola chordnya tidak terlalu beda jauh dengan batang lagunya dan sesuai dengan fungsinya yaitu intro/introduce yang memperkenalkan sebuah lagu sebelum dinyanyikan.

Ini salah satu yang paling susah bagi kita dan kita harus banyak belajar tentang ini, terutama memberi tema lead yang memberi identitas sebuah lagu.

 

#3. Rhytme

Rhytme atau beat juga wajib diketahui para penata musik, terutama kaidah dan “pakem” sebuah jenis musik.

Misal jika ingin membuat sebuah lagu dangdut, kita harus tau struktur rhytim section musik dangdut, yang meliputi kendang/tabla, perkusi lain, drum, rhytim piano, rhytim gitar, dan bass.

Khususnya bagi penata musik yang menggunakan teknologi sequencer digital, mutlak harus menguasai ini, karena semuanya akan dimainkan seorang diri saja melalui media keyboard atau perangkat midi lainnya.

 

#4. Sound/Tone Color

Akibat perkembangan teknologi sound edit dan synthesizer, citarasa akan sound semakin berkembang seiring kreatifitas setiap musisi.

Beberapa tahun terakhir banyak sound baru yang terdengar di dunia komersil khususnya. Tapi tidak jarang akibat perkembangan ini, masyarakat awam menjadi salah kaprah akan sound sebuah instrument.

Misal sound drum yang memiliki rentang frequensi lebar, akibat ‘kreativitas’ banyak musisi dalam mengexplore drum edit, ada dua kemungkinan, drum kreasi tersebut jauh dari suara drum sebenarnya atau bahkan nyaris mirip drum asli.

Tapi dari yang saya dengar dalam lagu-lagu daerah di Sumatera khususnya, sound drum kreasi para musisi yang mendominasi adalah drum yang benar-benar tidak mirip dengan sound drum asli.

Inilah yang menjadi salah gosip di masyarakat awam, dimana ketika mendengar sound drum asli, tidak jarang pendengar awam akan menyebutkan sound drum asli itu tidak bagus, tidak ‘enak’, tidak “ngebass” dan pernyataan lain yang cenderung mengatakan bahwa sound drum asli tidak sebagus sound drum di organ tunggal.

 

#5. Teknologi

Dulu saya pernah bertanya-tanya bagaimana seorang arranger bigband atau orchestra menuliskan di partitur pemain lead gitar tentang detail efek gitar yang digunakan pada sebuah lagu terlepas dari cara menuliskan di partitur.

Ada hal menarik lainnya, yaitu si penata musik tersebut juga harus mengerti tentang teknologi efek gitar.

Dan ada yang unik dalam teknologi musik, yaitu tidak selalu mengikuti perkembangan zaman/teknologi, terkadang mundur ke teknologi era sebelumnya dan terkadang terlalu maju/futuristik, dan bagi penata musik cukup bermanfaat mengetahui teknologi berbagai era ini, karena bisa lebih ‘luwes’ dan ‘leluasa’ ketika menata musik untuk mengikuti berbagai jenis dan trend musik.

Untuk penata musik yang menggunakan fasilitas sequencer atau MIDI, hal pokok yang perlu diketahui yaitu cara kerja dari platform sequencer tersebut dan bahasa umum/pokok dalam MIDI.

Dan selanjutnya akan lebih baik jika mengetahui teknologi tentang struktur synthesizer, tone generator, VSTi (Virtual Instrument), efek, dan teknologi pendukung lainnya.

 

Bca juga >> Improvisasi Pada Alat Musik Keyboard

 

#6. Original

Originalitas hal penting yang perlu di pegang dalam prinsip dan “moral” para penata musik dan pencipta lagu.

Karena sangat tidak baik apabila kita mencontek atau bahkan mengambil potongan lagu yang sudah ada.

Hal ini telah banyak menjadi kasus di blantika musik komersil Indonesia dan Internasional, dimana sebuah lagu dari sebuah negara di ubah bahasanya tanpa izin dan secara sepihak mengatakan bahwa itu lagu milik “pengubah bahasa” itu

Hal ini juga terjadi dalam perkembangan adaptasi house musik di album komersil lagu-lagu daerah.

Yang mana ada beberapa yang saya dengar, intro sebuah lagu berupa looping lebih dari 8 bar yang di ambil dari tema melodi sebuah lagu yang sudah ada.

Perlu diketahui, memotong lagu lain persis sama dan lebih dari 8 bar, di sebut membajak hindari hal ini, karena tidak enak ketika kita disebut “musisi pembajak”, selain itu kita juga bisa dituntut oleh hukum atas pelanggaran hak cipta.

 

#7. Mendengar, Belajar, dan Bereksplorasi

Banyak mendengar berbagai lagu dan jenis musik, adalah cara baik untuk belajar dan menambah referensi musik.

Kritik dan Saran

Walaupun semua kritikan dan masukan tidak semuanya akan kita lakukan, minimal kita sudah menampung berbagai “aspirasi” pendengar.

Kenapa saya cenderung lebih suka bertanya kepada pihak yang tidak ada kaitannya dengan project tersebut, karena biasanya mereka akan memberi kritik dan masukan yang objektif.

 

Itulah ulasan artikel kami pada kali ini semoga menjadi tambahan dan pengetahuan anda. Terimakasih.

(Credit By : Yaumal Akbar)